Minggu, 14 Juli 2019

Pendelegasian tugas

Pendelegasian wewenang
Pendelegasian Wewenang atau Delegation of Authority adalah pembagian wewenang dan kekuasaan kepada orang untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu. Dalam ilmu Manajemen, Pendelegasian Wewenang ini biasanya adalah berkaitan dengan pelimpahan wewenang atau kekuasaan dari seorang manajer kepada bawahannya atau kepada orang-orang yang melapor kepadanya untuk mencapai hasil yang efektif. Namun hal yang perlu diingat bahwa meskipun wewenangnya telah didelegasikan kepada bawahannya, manajer yang bersangkutan tetap bertanggung jawab atas semua hasil pekerjaan yang didelegasikannya tersebut. Pedelegasian wewenang ini merupakan salah satu konsep penting dalam kepemimpinan manajemen.
 Pengertian Pendelegasian Wewenang menurut Hasibuan (2007:68), Pendelegasian wewenang adalah memberikan sebagian pekerjaan atau wewenang oleh delegator (pemberi wewenang) kepada delegate (penerima wewenang) untuk dikerjakannya atas nama delegator.
Pengertian Pendelegasian Wewenang menurut Stoner (2000:434) dalam Kesumnajaya (2010), Pendelegasian Wewenang adalah pelimpahan wewenang formal dan tanggung jawab kepada seorang bawahan untuk menyelesaikan aktivitas tertentu.
Pengertian Pendelegasian Wewenang menurut Ralph C Davis (2001:72), Pendelegasian Wewenang hanyalah tahapan dari suatu proses ketika penyerahan wewenang, berfungsi melepaskan kedudukan dengan melaksanakan pertanggungjawaban.
Pandangan Wewenang Formal
Teori formal (pandangan klasik) Wewenang merupakan anugrah, ada karena seseorang diberi atau dilimpahi hal tersebut. Beranggapan bahwa wewenang berasal dari tingkat masyarakat yang tinggi. Jadi pandangan ini menelusuri sumber tertinggi dari wewenang ke atas sampai sumber terakhir, dimana untuk organisasi perusahaan adalah pemilik atau pemegang saham. Ada dua pandangan yang menjelaskan wewenang formal (resmi):
1.      Pandangan klasik (classical view)
Wewenang datang dari tingkat paling atas, kemudian secara bertahap diturunkan ke tingkat yang lebih bawah
2.      Pandangan penerimaan (acceptance view)
Sudut pandang wewenang adalah penerima perintah, bukannya pemberi perintah. Pandangan ini dimulai dengan pengamatan bahwa tidak semua perintah dipatuhi oleh penerima perintah. Penerima perintah akan menentukan apakah akan menerima perintah atau tidak.
Prinsip - Prinsip Pendelegasian
1. Prinsip skalar
2. Prinsip delegasi penuh
3. Prinsip kesatuan perintahip-prinsip pendelegasian
Mengapa Delegasi Diperlukan?
1. Kemampuan pemimpin terbatas
2. Tugas terlalu banyak
o Biaya relatif tinggi
o Hasil pekerjaan relatif sedikit
      o Hilang kesempatan melakukan pekerjaan
o Kekecewaan pelanggan karena lamanya
o Perkembangan perusahaan terhambat
penting lain.
Manfaat Pendelegasian
Bebas berfungsi dengan efektivitas maksimal untuk organisasi
Menambah rasa percaya diri dan kemampuan mengambil inisiatif

Hambatan Pendelegasian
1. Pimpinan kurang yakin akan kemampuan karyawan,
2. merasa mampu untuk mengerjakan sendiri,
3. kurang memiliki kemampuan untuk mendidik kader,
4. takut wewenang berkurang/bawahan melakukan tugas dengan baik,
5. tidak mau menanggung resiko
Delegasi Efektif
1. Memutuskan pekerjaan mana yang akan didelegasikan
2. Keputusan siapa yang akan ditugaskan
3. Dukungan sumber daya
4. Informasi penting&relevan berkaitan dengan tugas yang didelegasikan
5. Perlu campur tangan dalam meluruskan masalah yang dihadapi
6. Umpan balik (saran dan pertimbangan untuk perbaikan lebih lanjut)
Kekuasaan adalah kemampuan untuk memengaruhi orang lain sehingga dapat disesuaikan dengan keinginan dengan kita. Mempunyai kekuasaan berarti mempunyai kemampuan untuk merubah perilaku atau sikap individu-individu lainnya. Adapun sumber-sumber kekuasaan adalah:
Reward power berasal dari sejumlah balas jasa seperti pemberian kompensansi atau penghargaan kepada orang lain untuk melaksanakan perinhtah, sehingga orang patuh karena mengharapkan dengan kepatuhannya akan diberikan kompensasi atau penghargaan.
Coercive power bersumber dari perasaan seseorang yang apabila tidak melaksanakan perintah pimpinan ia akan mendapatkan hukuman seperti teguran,pemecatan dan sebagainya.
Legitamate power berasal dari kekuasaan yang diberikan secara resmi oleh lembaga/organisasi sesuai dengan wewenang yang dimiliki organisasi.
Contol of information power berasal dari pengetahuan atau informasi yang tidak dimiliki oleh orang lain.
Referent power berasal dari kemampuan untuk mempengaruhi orang lain karena karisma,jati dirinya,integritasnya,kepopulerannya dank arena keyakinan seseorang.
Expert power berasal dari kemampuan seseorang dalam mempengaruhi orang lain karena keahlian dan pengetahuan yang dimilikinya lebih luas dan lebih dalam dibandingkan dengan keahlian dan pengetahuan orang lain.
4. Wewenanag lini, staf, dan fungsional
Wewenang bisa berkaitan dengan hiubungan antara sebuah posisi dengan posisi lain secara vertical (atasan dan bawahan) dan secara horizontal (antar departemen). Ada dua macam wewenang yaitu wewenang lini (linea authority) dan wewenang staf (staff authority).
Wewenang staf, adalah hak yang dipunyai oleh satuan-satuan staf atau para spesialis untuk menyarankan, memberi rekomendasi, atau konsultasi kepada personalia ini. Kualifikasi yang harus dipenuhi oleh orang yang duduk sebagai taf yaitu dengan menganalisa melalui metode kuisioner, metode observasi, metode wawancara atau dengan menggabungkan ketiganya. Baishline mengajukan enam pokok kualifikasi yang harus dipengaruhi oleh seorang staf yaitu :
1. Pengetahuan yang luas tempat diamana dia bekerja
2. Punya sifat kesetiaan tenaga yang besar, kesehatan yang baik, inisiatif, pertimbangan yang baik dan kepandaian yang ramah.
3. Punya semangat kerja sama yang ramah
4. Kestabilan emosi dan tingkat laku yang sopan.
5. Kesederhanaan
6. Kemauan baik dan optimis
Kualifikasi utama yaitu memiliki keahlian pada bidangnya dan punya loyalitas yang tinggi. Konsekuensi organisasi yang menggunakan staf yaitu menambah biaya administrasi struktur orgasisasi menjadi komplek dan kekuasaan, tanggung jawab serta akuntabilitas. yaitu memiliki keahlian pada bidangnya dan punya loyalitas yang tinggi. Wewenang staf Yaitu hak para staf atau spesialis untuk menyarankan, memberi rekomendasi konsultasi pada personalia yang tinggi, Hal yang perlu diperintahkan dalam mendelegasikan suatu kegiatan kepada orang yang ditujuk yaitu:
Menetapkan dan memberikan tujuan serta kegiatan yang akan dilakukan
Melimpahkan sebagian wewenangnya kepada orang yang di tunjuk
Orang yang ditunjuk mempunyai kewajiban dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan agar tercapainya tujuan.
Menerima hasil pertanggung jawaban bawahan atas kegiatan yang dilimpahkan.
Wewenang staf fungsional, adalah hubungan terkuat yang dapat dimiliki staf dengan satuan-satuan lini. Chester Bamard mengatakan bahwa seseorang bersedia menerima komunikasi yang bersifat kewenangan bila memenuhi:
Memahami komunikasi tersebut
tidak menyimpang dari tujuan organisasi
tidak bertentangan dengan kepeningan pribadi
Mampu secara mental dan fisik untuk mengikutinya
Agar wewenang yang dimiliki oleh seseorang dapat di taati oleh bawahan maka diperlukan adannya.
Pola Pendelegasian Wewenang
Pola pendelegasian yang membawa hasil memiliki ciri-ciri khusus yang harus dipahami oleh setiap orang. Ciri-ciri khusus tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.
1.        Pendelegasian yang menghasilkan bukanlah pendelegasian pesuruh/babu "Jalankan ini, jalankan itu, lakukan ini, lakukan itu, dsb." Pendelegasian yang sebenarnya tidak berfokus pada prosedur- prosedur dan cara-cara yang digunakan, tetapi terarah kepada upaya pencapaian sasaran/target dan hasil-hasilnya. Prosedur dapat ditetapkan dalam polis/suatu ketentuan, tetapi cara/metode harus dicari sendiri dan dikembangkan oleh setiap pekerja.
2.         Pendelegasian yang menghasilkan adalah pendelegasian penatalayanan, yaitu pendelegasian yang berwawasan serta bertujuan melayani. Aspek-aspek pendelegasian ini dikemukakan di bawah ini.
a.             Fokus pendelegasian adalah hasil kerja yang diharapkan tercapai, dalam upaya menggapai sasaran/tujuan akhir dari organisasi.
b.             Pendelegasian dilaksanakan dengan sikap hormat yang didasarkan atas penghargaan dan kesadaran terhadap diri sendiri sebagai sesuatu yang "berharga", serta memerhatikan harga diri dan kehendak bebas orang lain, di mana setiap pekerja dipandang sebagai subjek, dan bukan objek kerja.
c.             Pendelegasian yang menghasilkan melibatkan harapan-harapan yang meliputi bidang berikut.
Menekankan pada tercapainya hasil-hasil yang didambakan atau diinginkan pada waktu depan yang telah ditentukan ("desired results").
Pendelegasian menyatakan dengan tegas tentang apa yang harus dicapai, bukan bagaimana mencapainya, di mana fokus utama diarahkan kepada hasil produksi.
Pendelegasian memberikan tugas, wewenang, hak, tanggung jawab, kewajiban membuat/memberi laporan pada awal tugas, dalam tugas, dan akhir tugas untuk diketahui dan dievaluasi oleh pemimpin.
Pelaksanaannya dilandasi pedoman/petunjuk ("guidelines") yang jelas, baik bagi tugas maupun pelaksana tugas. Artinya pendelegasian menyatakan pedoman-pedoman, larangan-larangan, dan batas-batas dimana seseorang harus bekerja/melakukan kewajibannya. Hal ini menolong setiap orang untuk bekerja dengan baik/patut.
Melibatkan sumber-sumber daya ("resources") yang pasti. Pendelegasian menyatakan (disertai dengan pernyataan) akan adanya sumber-sumber daya, antara lain sumber daya manusia, keuangan, teknis, atau organisasi yang dapat dipakai seseorang untuk menyelesaikan tugas yang didelegasikan kepadanya.
Dinyatakan dengan adanya tanggung jawab dan pertanggungjawaban ("responsibility" dan "accountability"). Pendelegasian menyatakan patokan yang akan digunakan untuk menilai hasil/prestasi akhir, yang diwujudkan dengan adanya tanggung jawab dan pertanggungjawaban kerja yang dapat dilakukan dengan membuat/memberi pelaporan pada awal tugas, dalam tugas, dan akhir tugas untuk diketahui dan dievaluasi oleh pemimpin.
Mempertimbangkan risiko-risiko yang akan terjadi atau ditindaki ("consequences"). Pendelegasian dapat menyatakan akibat-akibat yang akan terjadi, yang baik maupun yang tidak baik, sebagai hasil dari suatu pekerjaan atau tugas yang didelegasikan. Akibat-akibat ini dapat diukur melalui evaluasi/pengkajian yang dilakukan dengan meneliti deskripsi tugas dan hasil kerja atau produk yang telah dilakukan atau dihasilkan. Dengan menanyakan apakah semuanya ini telah dilakukan dengan baik dan sesuai dengan rencana, ketentuan dan prosedur, ataukah malah sebaliknya.

MANFAAT DAN HAMBATAN PENDELEGASIAN
Keuntungan utama adalah bahwa semakin banyak tugas yang didelegasikan, semakin besar peluang mereka untuk mencari dan menerima lebih banyak tanggung jawab dari manajer tingkat yang lebih tinggi. Keuntungan lainya dari delegasi adalah membantu karyawan untuk menerima mempratekan tanggung jawab yang diberikan.
Hal utama yang menghambat proses pendelegasian adalah keengganan dari seseorang pimpinan. Keengganan ini bisa ditimbulkan oleh beberapa alasan :
• Pimpinan kurang yakin akan kemampuan karyawan.
• Merasa mampu untuk mengerjakanya sendiri.
• Kurang memiliki kemampuan untuk mendidik kader.
• Takut wewenangnya akan berkurang atau bawahan melakukan tugas dengan baik.
• Tidak mau menanggung risiko.

DELEGASI YANG EFEKTIF
 Pendelegasian wewenang yang efektif adalah pemberian wewenang dan memperbolehkan  orang lain untuk melakukan tugas mereka dengan cara-cara terbaik yang mungkin dilakukan.Untuk itu,manajer harus menganalisis faktor-faktor yang akan mempengaruhi efektivitas delegasi wewenang sehingga bawahan mau menerima wewenang yang didelegasikannya.James F.Stoner.dkk.berpendapat bahwa ada 3 prasyarat yang harus dipenuhi agar proses pendelegasian dapat berjalan dengan efektif,yaitu a)kesediaan manajer untuk memberikan kebebasan kepada karyawannya untuk menyelesaikan tugas yang didelegasikan ;b)komunikasi terbuka antara manajer dan karyawan;c)kemampuan manajer untuk menganalisis faktor-faktor seperti sasaran organisasi,persyaratan tugas,dan kemampuan karyawan.
Prasyarat di atas sangat penting untuk melaksanakaan tugas pendelegasian secara efektif seperti diuraian berikut ini:
 1.    Memutuskan pekerjaan mana yang akan didelegasikan. Banyak jenis pekerjaan yang dapat dan harus didelegasikan.Tetapi tidak semua pekerjaan dapat di delegasikan.Keputusan kecil dan pekerjaan sehari-hari yang terjadi berulang-ulang yang harus didelegasikan.Tetapi keputusan yang menyangkut  pembuatan pabrik baru tidak mungkin di delegasikan begitu saja.
2.   Keputusan siap yang akan ditugaskan. Untuk melaksanakan tugas tertentu,perlu dipertimbangkan hal-hal yang terkait dengan pekerjaan yang akan dilakukan.Latar belakang pendidikan,pengalaman,dan kesiapan fisik dapat dipergunakaan untuk memilih siapa yang akan ditugaskan.
3.     Dukungan sumber daya. Sumber daya yang dimaksudkan di sini adalah ketersediaan keuangan mengaji,staf yang mengerjakan tugas,dan waktu untuk melaksanakan tugas tersebut.Tanpa sumber daya ini,delegasi tidak ada artinya.
4.     Tugas didelegasikan. Informasi-informasi penting dan relevan harus diberikan manajer kepada bawahan agar tugas yang akan dikerjakan betul-betul dapat dipahami.
 5.    Perlunya campur tangan. Bila terjadi suatu penolakan atau ketidakmampuan dalam menjalankan wewenang,maka manajer perlu ikut campur dalam meluruskan masalah yang dihadapi.
6.  Melakukan umpan balik. Karyawan memerlukan laporan-laporan kemajuan tentang kemajuan hasil yang telah dicapai.Tidak hanya itu,mereka juga menginginkan saran dan pertimbangan untuk perbaikan lebih lanjut.
8.  Alasan Delegasi diperlukan
Ada alasan delegasi itu diperlukan, diantaranya adalah :
1.        Memungkinkan atasan dapat mencapai lebih dari pada mereka menangani setiap tugas sendiri.
2.        Agar organisasi dapat berfungsi lebih efisien.
3.        Atasan dapat memusatkan tenaga kepada suatu tugas yang lebih diprioritaskan.
4.        Karena atasan tidak mempunyai kemampuan yang dibutuhkan dalam pembuatan keputusan.
5.        Pendelegasian memungkinkan manajer mencapai hasil yang lebih baik dari pada semua kegiatan ditangani sendiri.
6.        Agar organisasi berjalan lebih efisien.
7.         Pendelegasian memungkinkan manajer dapat memusatkan perhatian terhadap tugas-tugas prioritas yang lebih penting.
8.        Dengan pendelegasian, memungkinkan bawahan untuk tumbuh dan berkembang, bahkan dapat dipergunakan sebagai bahan informasi untuk belajar dari kesalahan atau keberhasilan.
Kegiatan delegasi wewenang
Beberapa kegiatan dalam delegasi wewenang adalah :
a.         Manager menetapkan dan memberikan tugas dan tujuannya kepada orang yang diberi pelimpahan.
b.        Manajer melimpahkan wewenang yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
c.          Karyawan/bawahan yang menerima delegasi baik eksplisit maupun implisit menimbulkan kewajiban dan tanggung jawab.
d.        Manajer menerima pertanggungjawaban (akuntabilitas) atas hasil yang telah dicapai



















Daftar Pustaka
http://fardiansyah7fold.wordpress.com/wewenang-delegasi-dan-desentralisasi/   http://albymoon.blogspot.com/2009/12/wewenang-delegasi-dan-desentralisasi.html
http://oziey.blogspot.com/2011/03/pengertian-struktur-organisasi.html/ http://chandrale.blogspot.com/2014/12/pengantar-manajemen-pendelegasian_31.html
https://ayuagussari13.wordpress.com/2013/01/11/pendelegasian-wewenang/ http://myrizqika1.blogspot.com/2015/10/delegasi-yang-efektif.html
https://duniakampus7.blogspot.com/2015/04/pengertian-delegasi-dan-fungsinya.html
Ariffin, Rois.2016.PengantarManajemen.Malang.hlm78
Ariffin, Rois.2016.PengantarManajemen.Malang.hlm79

Tidak ada komentar:

Posting Komentar